Bekraf Luluskan Peserta Coding Mum Angkatan Pertama

Diposting pada

Coding Mum Batch 1 = 04(Jakarta, 4/4/2016) Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) meluluskan 8 (delapan) orang ibu rumah tangga peserta kegiatan Coding Mum Angkatan Pertama di Co-working Space, 7–Eleven, lantai 2 Jl. KH Agus Salim No.32B, Sabang – Menteng Jakarta pada Senin, 4 April 2016. Pernyataan kelulusan dan penyerahan sertifikat secara simbolis dilaksanakan oleh Dr. Mohammad Amin, S.Sn, M.Sn, MA, Kepala Sub Direktorat Edukasi Untuk Publik, Deputi Riset, Edukasi dan Pengembangan Bekraf bersama Aranggi Soemardjan, CEO & Co-Founder CLEVIO Coder Camp, institusi yang mendidik ibu-ibu dalam Coding Mum.

Kedelapan orang ibu yang lulus tersebut adalah: Sari Nusivera, Mayang, Sandra, Yanni, Anna, Ade, Anggia, dan Vyani. Sebelum dinyatakan lulus dan mendapatkan sertifikat, mereka disyaratkan untuk melakukan presentasi atas website yang telah mereka buat di depan para IT Expert, coach, peserta Coding Mum Batch ke-2, serta hadirin lainnya. Ibu-ibu itu menyajikan karyanya dengan sistematis dan atraktif, sehingga membuat para hadirin kagum dengan kemampuan yang didapatkan mereka dalam 15 kali pertemuan. Sesuai masing-masing melakukan presentasi, IT Expert yang terdiri dari Angela Ari Setiani, Head of IT Development 7-Eleven Digital; Rezly Eskarlita S, Head of Community telunjuk.com; serta Dian Kurniadi, CO Founder Mandiri m-saku memberikan masukkan yang konstruktif.

Kegiatan Coding Mum dihadirkan Bekraf bersama dengan PT Modern Sevel Indonesia melalui Kolla dengan tujuan untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan para ibu rumah tangga dengan menggunakan kemampuan sendiri tanpa harus meninggalkan rumah. Dari hasil presentasi dapat terlihat bahwa sebagian besar ibu rumah tangga ini sudah memiliki atau akan membuat suatu usaha, seperti pembuatan kue, frame dakwah, produk kecantikan, hasil kerajinan seni budaya, travel blog dan fashion. Dengan mengikuti kegiatan Coding Mum ini mereka bisa membuat website sesuai dengan kebutuhan usahanya. Selain itu mereka juga bisa memfasilitasi orang dalam membuat front-end website, sesuai kebutuhan pengguna.

Coding Mum Batch 1 = 02Menurut CEO & Co-Founder CLEVIO, instansinya mendukung Bekraf dalam memberdayakan ibu rumah tangga yang mempunyai kapasitas melakukan sesuatu. Mereka yang pernah kuliah, namun kemampuannya kurang dimanfaatkan. Tujuannya adalah membantu ibu meningkatkan ekonomi di rumah tangganya, tanpa harus meninggalkan keluarganya.

“Spekulasi utamanya adalah agar ibu bisa bekerja dari rumah, freelancer. Ibu kan melakukan hal yang mulia, berdedikasi membesarkan anaknya. Namun mereka memiliki waktu luang berkaya 4-5-6 jam sehari. Kami memfasilitasi mereka untuk mendapatkan akses ke perusahaan pengguna, namun mereka bisa menciptakan lapangan kerja sendiri juga. Bahkan kita lihat yang belum lulus sudah ada yang dapat order,” kata Aranggi.

Aranggi menyatakan bahwa lulusan Coding Mum ini membuka peluang ekonomi kreatif yang tidak hanya kepada si ibu rumah tangga sebagai programmer front end. Dia membuat perhitungan bahwa dalam pembuatan suatu website, pasti juga akan melibatkan pihak lain yang menangani back end, graphic designer, produksi, dan persuratan/email.

“Setidaknya 1 pelaku usaha perlu 5 orang. 40 orang kita berdayakan dari 1 kelas 8 orang ini. Lapangan kerja baru terbuka,” kata Aranggi.

Sementara itu, menurut Ade Irmayanti, salah satu ibu yang ikut dalam kegiatan ini, dirinya menyambut baik inisiatif Bekraf yang bisa melihat potensi ibu-ibu yang memiliki waktu luang ketika anaknya masuk sekolah.
“Pak Triawan (Kepala Bekraf) cerita, melihat potensi ibu-ibu waktu yang luang ketika anak masuk sekolah. 5-6 jam waktu di rumah, bisa dimanfaatkan kegiatan lain di rumah juga,” kata Ade.

Selain itu, menurut Ade, dengan mengikuti kegiatan Coding Mum, dimana ibu-ibu mau belajar rupanya memberikan dampak yang positif kepada anak mereka yang masih sekolah. Para anak menjadi termotivasi untuk belajar melihat contoh riil dari ibunya yang diantara kesibukan melakukan pekerjaan rumah tangganya, masih menyempatkan diri belajar.

“Ada motivasi tambahan mereka melihat saya belajar lagi. Mereka melihat ibunya udah ngurusin rumah, masih mau belajar. Belajar itu nggak berhenti oleh usia. Lebih mudah sekarang menyuruh mereka belajar. Ada sisi sampingan yang tidak saya bayangkan sebelumnya di rumah. Efek di anak-anak,” kata Ade.

Selain dengan Clevio di Jakarta yang terbagi dalam 2 angkatan dan Bogor, kegiatan Coding Mum juga akan dilaksanakan dengan institusi pendidikan Pro Code di Bandung, serta dengan Dilo di Malang, Surabaya, dan Makassar. Kegiatan Coding Mum ini didukung oleh Blibli.com, bhinneka.com, Mandiri m-saku, DAM (Digital Artha Media), tokopedia, olx, 7langit, Polytron, dan telunjuk.com

Gambar Gravatar
Tempat Nongkrong Paling Kreatif, Ngetren, & Informatif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *