Tips Menghadapi Kepergian Yang Dikasihi

Diposting pada

Tips Menghadapi KepergianKepergian mereka yang kita kasihi adalah seperti badai yang tiba-tiba saja datang menghantam perahu kehidupan kita tanpa pernah diketahui kapan, bagaimana, dan di mana terjadinya. Saat mereka yang kita kasihi pergi untuk selamanya, tak jarang bagi sebagian orang yang tidak mampu menerima keadaan akan mengalami depresi yang berujung pada putus asa akan hidup ini, karenanya diperlukan tips-tips menghadapi kepergiaan mereka yang kita kasihi, antara lain:

1. Untuk segala sesuatu ada masanya
Suka tidak suka, mau atau tidak mau, siap atau tidak siap suatu saat nanti tiap-tiap kita yang hidup pasti akan pergi menghadap Sang Pencipta. Kesadaran akan hal inilah yang harus ditanamkan pada kita yang ditinggalkan oleh mereka yang kita kasihi karena kita pun kelak akan berada di posisi yang sama yakni meninggalkan mereka yang kita kasihi. Penerimaan akan kenyataan menjadi tahapan pertama dalam menghadapi kepergiaan mereka yang kita kasihi untuk selamanya.

2. Menangislah hari ini, tersenyumlah esok
Menangis bukan berarti hilangnya ketegaran, terkadang kita terlalu memaksa diri untuk mencoba tidak menangis saat mereka yang kita kasihi pergi untuk selamanya. Berilah diri sendiri ruang untuk menangis dan mengungkapkan perasaan kehilangan mereka yang kita kasihi. Dengan menangis kita sedang berusaha menyembuhkan luka hati, perlahan namun pasti waktu akan membantu kita untuk berhenti menangis dan menggantikannya dengan senyuman di esok hari.

3. Bersyukur dan berharap pada-Nya
Ada banyak perkara yang mungkin membuat kita menetaskan air mata, kepergiaan mereka yang kita kasihi menjadi pukulan terberat dalam hidup ini akan tetapi belajarlah untuk bersyukur dan perkatakan bahwa “semua yang terjadi adalah baik” sehingga kita diberi kesanggupan untuk melewati fase ini dengan baik dan berharap pada-Nya bahwa akan selalu ada pelangi di setiap habis hujan.

4. Kenanglah, kenangan itu
Hidup adalah rangkaian kenangan dari setiap waktu yang telah kita lewati, di mana ada bagian-bagian manis yang selalu ingin kita putar ulang, akan tetapi tidak demikian dengan kenangan yang menyedihkan akan selalu jadi bagian yang sengaja dilewatkan. Kita mungkin berpikir bahwa kita terbebas dari penderitaan saat sengaja tidak mengingat kenangan yang menyedihkan, namun kenyataanya tidaklah demikian karena sesungguhnya pikiran bawah sadar kita sedang dipaksa untuk menerima keadaan yang tidak sesuai dengan kondisi hati kita yang sesungguhnya. Belajarlah berdamai dengan keadaan, kenanglah kenangan itu sampai kita tidak lagi memiliki perasaan akan kenangan kehilangan itu.

5. Melangkahlah, lanjutkan perjalanan
Mungkin ada banyak rencana indah yang dulu pernah kita rancang bersama mereka yang kita kasihi, ketika mereka yang kita kasihi pergi untuk selamanya, rencana-rencana tersebut tetap tinggal bersama kita. Mulailah belajar untuk meninggalkan ruang air mata di hari kemarin untuk melangkah di hari ini dengan kembali menyusun ulang strategi pencapaian dari rencana-rencana yang tertinggal sehingga perjalanan hidup ini bisa dilanjutkan sampai kepada garis akhir.

Life isn’t about how to survive the storm but how to dance in the rain, mungkin quotes ini terdengar cukup ironis karena di saat badai melanda hidup ini kita tidak dijinkan hanya bertahan di tengah badai tetapi kita juga harus belajar menikmati badai itu sendiri, serta yakin diakhir semuanya ini pasti selalu tersedia pelangi indah yang sudah DIA siapkan sedari semula.

Gambar Gravatar
Paling kekinian soal Gosip dan Infotainment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *